Baca Juga: Terdeteksi di Indonesia, Buronan Harun Masiku Belum Ubah Kewarganegaraan
Dari sisi pengeluaran
Konsumsi rumah tangga tumbuh kuat yakni 5,23% (yoy) seiring dengan peningkatan aktivitas masyarakat di masa libur hari raya maupun hari libur lainnya.
Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang mencerminkan aktivitas investasi dan realisasi pembangunan infrastruktur Pemerintah mengalami peningkatan menjadi 4,63% (yoy).
“Serta konsumsi Pemerintah juga mengalami peningkatan menjadi 10,62% (yoy)” kata Menko Airlangga.
Baca Juga: KPK Tindak Lanjuti Informasi Buronan Harun Masiku Berada di Indonesia, Segera Ditangkap?
Dari Sisi Lapangan Usaha
Menko Airlangga mengatakan, dari sisi lapangan usaha seluruh sektor tumbuh positif.
Hal itu ditandai dengan sektor transportasi dan pergudangan yang tumbuh ekspansif mencapai 15,28% (yoy) sejalan dengan peningkatan mobilitas masyarakat.
Baca Juga: PKN Gelar Lomba Kreasi Video TikTok Berhadiah Rp100 Juta, Ini Syaratnya!
Selain itu, kata Menko Airlangga, peningkatan industri manufaktur atau pengolahan masih menjadi kontributor pertumbuhan terbesar.
“Hal itu ditopang oleh kuatnya permintaan domestik juga tumbuh lebih tinggi dibandingkan periode sama tahun lalu dengan share ke PDB mencapai 18,25% (yoy),” jelasnya.
Perekonomian Secara Spasial
Kemudian, Menko Airlangga mengatakan, pada kuartal kedua 2023, perekonomian secara spasial di seluruh pulau juga tumbuh positif.
Baca Juga: Seleksi CPNS 2023, BKN Tambahkan Informasi Jabatan di Portal SSCASN