Baca Juga: Baparekraf Developer Day 2024 di Yogyakarta: Dorong Ekosistem Digital yang Inklusif dan Kompetitif
Menurut Ammar, seluruh rival yang menghadapinya pada perlombaan kali ini merupakan wajah-wajah baru.
Sebab, kata dia, tak ada satu pun dari pesaingnya yang pernah mengikuti ajang Peparnas edisi sebelumnya yang berlangsung di Papua.
Meski begitu, kesuksesan yang diraih lelaki kelahiran 11 November 1997 ini tetap membutuhkan perjuangan yang tak mudah.
Apalagi, dia mengakui proses persiapan untuk menghadapi PEPARNAS XVII ini menuntutnya latihan maksimal demi meraih hasil optimal.
“Butuh proses yang panjang karena latihannya harus semangat, giat, disiplin, dan patuh kepada pelatih,” tutur Ammar.
Sebelum Peparnas berlangsung, ia melakukan ersiaan dengan mengikuti Training Center (TC) selama enam bulan di Solo.
Baca Juga: Menpora Dito Ungkap Alasan Dibalik Penunjukan Solo Raya Jadi Tuan Rumah Peparnas XVII 2024,
“Persiapan latihan selama enam bulan saat TC di Solo. Selama ini, yang dilatih secara fisik dan mental,” ucap Ammar.
Peparnas 2024 Bermakna Penting
Bagi Ammar, tampil di Peparnas XVII Solo 2024, memiliki makna yang sangat penting bagi diri pribadinya maupun atlet penyandnag disabilitas lainnya.
Karena menurutnya, dengan berlomba meraih prestasi di olahraga disabilitas ini dapat mengangkat derajat para penyandang disabilitas.
“Peparnas XVII ini memiliki makna yang sangat penting bagi para atlet penyandang disabilitas,” ungkap Ammar.